Beranda » Thowaf

Thowaf

  1. Sebelum Thowaf :
  • Tetap membaca talbiyah hingga masuk Masjid Al Harom
  • Masuk Masjid Al Harom dengan mendahulukan kaki kanan dan berdo’a :

2013-12-20_105805“Dengan nama Alloh, semoga sholawat dan salam tercurahkan kepada Rosululloh. Ya Alloh, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku”.

(Hasan Hadits Riwayat Ibnu Majah no.773, dan Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 86 dari Abu Hurairoh         .  Diriwayatkan juga oleh Abu Dawudno. 465 dan Ibnu Majah no. 772, dan lainnya dari Abu Humaid as-Sa’idiy)

  • Berdo’a Ketika Melihat Ka’bah

Ketika anda melihat Ka’bah yang mulia, angkatlah kedua tangan anda (seperti ketika berdo’a) sambil mengucapkan do’a berikut ini, sebagaimana yang dilakukan ‘Umar bin al Khoththob :

2013-12-20_105919

“Ya Alloh, Engkau adalah Mahasejahtera, dari Engkau pula kesejahteraan, maka hidupkanlah kami wahai Robb kami dalam kesejahteraan”.

(Hasan Hadits Riwayat Al Baihaqi V/73 sanadnya hasan, dihasankan oleh Syeikh Al Bani).

  • Tidak Mengerjakan Sholat Sunnah Tahiyyatul Masjid Ketika Pertama Kali Masuk Masjid Al Harom

b. Ketika Thowaf

Sebelum thowaf

2013-12-20_110148

  • Putaran Pertama

Mengusap Hajar Aswad dengan tangan kanan, lalu menciumnya (Shohih HR.Muslim no. 1268 [246]). Hal ini dilakukan pada setiap putaran jika memungkinkan, sambil membaca :

2013-12-20_110222Atau,

2013-12-20_110310

Jika tidak mungkin menciumnya maka :

  •  cukup mengusapnya dengan tangan kanan lalu mencium tangan tersebut sambil membaca dzikir tersebut di atas
  •  Jika tetap tidak mungkin mengusapnya dengan tangan,maka cukup memberi isyarat kepadanya dengan tangan kanan sambil mengucapkan do’a di

              atas tanpa perlu mencium tangan tersebut.

Etika Thowaf :

  • Janganlah mendesak, mendorong, apalagi menyakiti sesama jama’ah.
  • Thowaf mengelilingi Ka’bah dan menjadikan Ka’bah berada di sebelah kiri sisi badan kita.Laki-laki disunnahkan berlari-lari kecil antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani pada tiga putaran pertama.
  • Mengusap Rukun Yamani dengan tangan kanan tanpa membaca do’a/dzikir tertentu pada setiap putaran apabila hal itu memungkinkan.
  • Ketika berjalan dari Rukun Yamani menuju Hajar Aswad pada setiap putarannya dianjurkan membaca :

2013-12-20_110349

“Ya Robb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari adzab Neraka”.

(Hasan Hadits Riwayat Abu Dawud no. 1892, dan lainnya)

  • Jika memungkinkan maka lakukanlah Iltizam.
  • Tidak ada bacaan, wirid, atau dzikir tertentu ketika thowaf, akan tetapi anda dianjurkan untuk memperbanyak berdzikir mengingat Alloh.

Bacaan yang mudah yaitu membaca :

2013-12-20_110426Atau membaca :

2013-12-20_110529

Atau membaca:

2013-12-20_110610

  • Putaran Kedua dan Ketiga

Lakukan hal yang sama seperti pada Putaran Pertama.

  • Putaran Keempat sampai Ketujuh

Lakukan hal yang sama seperti pada Putaran Pertama, hanya saja pada putaran keempat sampai putaran ketujuh ini laki-laki tidak lagi berlari-lari kecil.

Catatan tambahan yang perlu diketahui

pada saat sedang thowaf :

  1. Jika wudhu anda batal maka segeralah berwudhu lalu ulangi putaran thowaf anda, tanpa harus mengulangi dari putaran pertama. Misalnya wudhu anda batal pada putaran keempat, maka setelah berwudhu anda hanya mengulangi putaran yang keempat lalu lanjutkan thowaf hingga selesai. (Lihat Nubdzatut Tahqiiq hal.39)
  2. Jika anda sedang thowaf lalu iqomat dikumandangkan, maka sholatlah bersama imam Masjidil Harom, sesudah salam maka lanjutkan thowaf dari tempat sholat anda.
  3. Jika anda ragu terhadap jumlah putaran thowaf yang telah dikerjakan, apakah tiga putaran atau empat, maka ambilah bilangan yang terkecil, yaitu tiga, lalu lanjutkan hingga selesai.

Pada akhir thowaf (akhir putaran ketujuh) ketika anda telah kembali di Hajar Aswad, anda tidak lagi mengusap Hajar Aswad dan tidak pula mengangkat tangan memberi isyarat kepadanya, cukup dengan menghadapnya. Dan thowaf selesai.

  • Putaran Kedua dan Ketiga

Lakukan hal yang sama seperti pada Putaran Pertama.

  • Putaran Keempat sampai Ketujuh

Lakukan hal yang sama seperti pada Putaran Pertama, hanya saja pada putaran keempat sampai putaran ketujuh ini laki-laki tidak lagi berlari-lari kecil.

Catatan tambahan yang perlu diketahui

pada saat sedang thowaf :

  1. Jika wudhu anda batal maka segeralah berwudhu lalu ulangi putaran thowaf anda, tanpa harus mengulangi dari putaran pertama. Misalnya wudhu anda batal pada putaran keempat, maka setelah berwudhu anda hanya mengulangi putaran yang keempat lalu lanjutkan thowaf hingga selesai. (Lihat Nubdzatut Tahqiiq hal.39)
  2. Jika anda sedang thowaf lalu iqomat dikumandangkan, maka sholatlah bersama imam Masjidil Harom, sesudah salam maka lanjutkan thowaf dari tempat sholat anda.
  3. Jika anda ragu terhadap jumlah putaran thowaf yang telah dikerjakan, apakah tiga putaran atau empat, maka ambilah bilangan yang terkecil, yaitu tiga, lalu lanjutkan hingga selesai.

Pada akhir thowaf (akhir putaran ketujuh) ketika anda telah kembali di Hajar Aswad, anda tidak lagi mengusap Hajar Aswad dan tidak pula mengangkat tangan memberi isyarat kepadanya, cukup dengan menghadapnya. Dan thowaf selesai.

  • Putaran Kedua dan Ketiga

Lakukan hal yang sama seperti pada Putaran Pertama.

  • Putaran Keempat sampai Ketujuh

Lakukan hal yang sama seperti pada Putaran Pertama, hanya saja pada putaran keempat sampai putaran ketujuh ini laki-laki tidak lagi berlari-lari kecil.

Catatan tambahan yang perlu diketahui

Pada saat sedang thowaf :

  1. Jika wudhu anda batal maka segeralah berwudhu lalu ulangi putaran thowaf anda, tanpa harus mengulangi dari putaran pertama. Misalnya wudhu anda batal pada putaran keempat, maka setelah berwudhu anda hanya mengulangi putaran yang keempat lalu lanjutkan thowaf hingga selesai. (Lihat Nubdzatut Tahqiiq hal.39)
  2. Jika anda sedang thowaf lalu iqomat dikumandangkan, maka sholatlah bersama imam Masjidil Harom, sesudah salam maka lanjutkan thowaf dari tempat sholat anda.
  3. Jika anda ragu terhadap jumlah putaran thowaf yang telah dikerjakan, apakah tiga putaran atau empat, maka ambilah bilangan yang terkecil, yaitu tiga, lalu lanjutkan hingga selesai.

Pada akhir thowaf (akhir putaran ketujuh) ketika anda telah kembali di Hajar Aswad, anda tidak lagi mengusap Hajar Aswad dan tidak pula mengangkat tangan memberi isyarat kepadanya, cukup dengan menghadapnya. Dan thowaf selesai.

c. Setelah Thowaf

  • Tutuplah kedua pundak anda Lalu menuju Maqom Ibrohim sambil membaca :

2013-12-20_110839

  • Kerjakanlah Sholat Sunnah Ba’da Thowaf  Dua Roka’at di Belakang Maqom Ibrohim Jika Memungkinkan

2013-12-20_110919

Namun jika tempat tersebut dipenuhi oleh orang-orang yang sholat, maka sholatlah di mana saja anda mendapat tempat di Masjid Al Harom.

Bacaan Dalam Sholat Tersebut :

Roka’at pertama membaca Al Fatihah :

2013-12-20_110958

Dengan menyebut nama Alloh yang maha pemurah lagi maha penyayang. Segala puji bagi Alloh Robb semesta alam. Maha pemurah lagi maha penyayang. Penguasa hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Tunjukanlah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) merekayang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. ( QS. Al Fatihah : 1- 7)

Lalu membaca Surat Al Kafirun pada roka’at pertama :

2013-12-20_111031Katakanlah (Muhammad) : Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak mau menyembah (Alloh) yang aku sembah. Dan aku tidak akan beribadah seperti kamu beribadah. Dan kmu pula tidak mau beribadah seperti aku beribadah. Untukmu agamamu, dan bagiki agamku. (QS. Al Kafirun : 1 – 6)

Pada roka’at kedua setelah membaca Al Fatihah, dilanjutkan membaca Surat Al Ikhlas :

2013-12-20_111115

Katakanlah (Muhammad) : Dialah Alloh yang Mahaesa. Alloh tempat meminta segala sesuatu. (Alloh) tidak beranak dan tidak pula diperanakan. Dan tidak ada seorangpun yang setara denga-Nya. (QS. Al Ikhlas : 1 – 4)

Setelah Sholat Dua Roka’at, Dianjurkan Minum Air Zamzam

Karena ia memiliki banyak keutamaan. Diantaranya Nabi bersabda :

2013-12-20_111245“Air Zamzam (tergantung) dari niat orang yang meminumnya”.

(Shohih Hadits Riwayat Ahmad III/357,372, dan Ibnu Majah no.3062)

Dianjurkan untuk menuangkannya di atas kepala sambil berdo’a Abdulloh bin Abbas, ketika beliu meminumnya, yaitu :

2013-12-20_111333

“Ya Alloh, sesungguhnya aku mohon kepada Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang luas, dan penawar (obat) bagi semua penyakit”.

(Hadits Riwayat Ad Daroquthni no. 2701, dan Al Hakim I/473)

Setelah Minum Air Zamzam dan Sebelum Melaksanakan Sa’i Umroh, dianjurkan Kembali ke Hajar Aswad untuk Mengusap dan Menciumnya

Jika tidak mampu mendekat, maka cukup memberi isyarat kepadanya dari jauh dengan tangan dengan membaca “Allohu Akbar ” atau “Bismillahi Alluhu Akbar”.

2013-12-20_1114252013-12-20_111505

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.